BREAKINGNEWS-II-MTN

KENDARI — PT PLN (Persero) UP3 Kendari menjadwalkan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (07/11/2026).

Pemadaman dilakukan dalam tiga sesi dengan durasi sekitar empat jam pada masing-masing sesi. Kebijakan tersebut berkaitan dengan pengaturan beban sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), serta kondisi pasokan listrik akibat menurunnya debit air pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pemeliharaan sejumlah unit pembangkit.

Berikut jadwal dan wilayah yang terdampak pemadaman listrik:

SESI I: PUKUL 11.00–15.00 WITA

Wilayah terdampak meliputi Jalan Malik Raya, Jalan Saranani, sebagian Jalan Supu Yusuf, Jalan Made Sabara, sebagian Jalan Edi Sabara, sebagian Jalan Brigjen M. Yoenoes, Jalan Tapak Kuda menuju RSUD Kota Kendari, BTN DPR, Jalan Tamburaka, dan sekitarnya.

SESI II: PUKUL 13.00–17.00 WITA

Pemadaman mencakup Jalan 40 THR menuju Mantara, Jalan Anawai, Jalan Tunggala, Jalan Cempaka Putih, sebagian Jalan Sapati, sebagian Jalan Haeba, Jalan Gersamata, Kompleks Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, dan wilayah sekitarnya.

SESI III: PUKUL 14.30–18.30 WITA

Wilayah yang terdampak meliputi Jalan Garuda, Jalan Abeli, Jalan Dewi Sartika, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Banawula Sin Apoy, Jalan Pariwisata, Jalan Panglima Polim, Jalan P. Antasari, sebagian Jalan Banteng, Jalan Kampung Baru, Jalan Orinunggu, Jalan Lasitarda, BTN Kendari Permai, Jalan Terong, dan sekitarnya.

PLN MINTA MAAF KEPADA PELANGGAN

Terkait pelaksanaan pemadaman tersebut, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat penghentian sementara pasokan listrik.

Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan kebutuhan listrik sebelum jadwal pemadaman berlangsung serta memperhatikan kemungkinan adanya perubahan jadwal sesuai kondisi operasional sistem kelistrikan.

Informasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengantisipasi aktivitas sehari-hari, khususnya bagi pelanggan rumah tangga, pelaku usaha, fasilitas pelayanan publik, dan sektor lainnya yang bergantung pada pasokan listrik.

(Risal Sultra)