MTN_ACEH TAMIANG – Rencana Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) menggelar Tabligh Akbar Penutupan Misi Kemanusiaan di Masjid Darul Mukhlisin, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, tak hanya mendapat dukungan dari unsur pemerintah daerah, tetapi juga mengalir hangat dari sesama pegiat kemanusiaan.

Di tengah aktivitas para relawan UAR membersihkan Masjid Darul Mukhlisin dari sisa lumpur dan material pascabencana, hadir sosok Ais Qomaruddin, mantan Ketua ACT Banten, yang datang ke Aceh Tamiang untuk bersilaturahmi dan bertemu dengan Ketua Umum UAR, H. Endang Sudrajat.

Namun ia tidak berhasil menemui Ketua Umum UAR karena saat itu Endang Sudrajat sedang berada di Tangerang, Banten. Ais Qomaruddin hanya bisa disantuni oleh para relawan UAR yang sedang beramal sholih membersihkan Masjid Darul Mukhlisin, yang akan dipergunakan sebagai tempat Tabligh Akbar Penutupan Misi Kemanusiaan UAR pada Ahad 1 Februari 2026.

Sambil menyaksikan langsung semangat kebersamaan (berjama’ah) di antara para relawan UAR yang sedang merapikan masjid berukuran 50 x 50 meter itu, ia menyampaikan dukungan dan motivasinya melalui sebuah rekaman video yang kemudian dibagikan kepada relawan dan masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini saya bersama relawan harapan umat, Ukhuwah Al-Fatah Rescue. Bertemu dalam keadaan sehat wal’afiat. Saya tahu persis kapasitas lembaga kemanusiaan ini, sangat kompeten,” ungkap Ais Qomaruddin dalam pesannya, Ahad 25 Januari 2026.

Di hadapan para relawan, Ais Qomaruddin mengaku sudah lama ingin bertemu dengan Ketua Umum UAR beserta jajarannya dan baru Ahad kemarin silaturahim itu terwujud meski tidak langsung bertemu dengan Ketum Ukhuwah Al-Fatah Rescue.

Ia menyampaikan doa dan dukungan agar UAR terus istiqamah dalam kerja-kerja kemanusiaan. Menurutnya, keberadaan relawan yang setia membersamai masyarakat terdampak bencana merupakan bukti nyata bahwa kepedulian tidak pernah padam.

“Insya Allah saya akan terus mendukung teman-teman dari Ukhuwah Al-Fatah Rescue ini, karena manfaatnya luar biasa,” ujar Ais Qomaruddin.

Ia pun menitipkan pesan khusus kepada Ketua Umum UAR agar senantiasa diberi kesehatan dan dapat kembali menyapa masyarakat Aceh Tamiang. “Pak Haji, sehat-sehat selalu. Segera kembali ke sini, kita jumpa. Masjid ini insya Allah sudah bisa kita gaungkan lagi supaya menggeliat dan menggelora,” katanya penuh harap.

Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat saat dikofirmasi menyampaikan ucapan terima kasih dan insya Allah ia akan hadir di acara Tabligh Akbar Penutupan Misi Kemanusiaan di Masjid Darul Mukhlisin Tanjung Karang, Aceh Tamiang nanti. “Belia kawan dekat saya,” ujarnya, Senin (26/01/2026).

Ais Qomaruddin mengajak masyarakat Aceh Tamiang untuk menjadikan Tabligh Akbar Penutupan Misi Kemanusiaan UAR sebagai momentum kebangkitan bersama. Baginya, bencana bukan akhir dari segalanya, melainkan ruang untuk memperkuat ikatan hati dan solidaritas. “Keterpurukan hanya berjalan sesaat, tapi kebangkitan harus menggelora selamanya. Tetap semangat,” tuturnya.

Sementara itu, Mudir Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Ustadz Mulkana, Lc., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Tim Relawan UAR yang setiap hari membersihkan Masjid Darul Mukhlisin dalam rangka persiapan Tabligh Akbar yang akan dihadiri oleh Bupati Aceh Tamiang dan jajaran pemerintahan lainnya.

“Alhamdulillah Masjid yang bisa menampung 2000 jamaah hari ini makin bersih, untuk persiapan Tabligh Akbar. Masya Allah berkah UAR dan teman-teman, Allahu Akbar,” ucap Ustadz Mulkana dalam rekaman vidio yang ia kirimkan, Senin (26/01/2026).

Menurut Mudir Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, proses KBM santri sudah dimulai sejak 12 Januari 2026 untuk yang dekat dan mampu datang dan waktu belajar hanya pagi sampai siang. Setalah itu para santri kembali ke tempat masing-masing.

“Saat tabligh akbar nanti para santri juga tetap kami undang. Bagi yang mampu silakan hadir saja. Kondisi mereka juga masih sulit,” ujar Ustadz Mulkana dalam keterangan singkatnya melalui Whatsapp.

Tabligh Akbar tersebut diharapkan menjadi penutup yang bermakna bagi misi kemanusiaan UAR di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh Tamiang sejak November 2025.

Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi simbol bahwa di balik lumpur, lelah, dan air mata, selalu ada harapan yang dibangun bersama oleh mereka yang memilih untuk peduli dan tetap menjaga ukhuwah Islamiah. Umat Islam bersaudara, bersatu (berjama’ah) dalam suka dan duka.

[Al Mujahid]