BREAKINGNEWS-II-MTN

Pontianak, Kalimantan Barat – Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Mahkota, Pontianak, Kalimantan Barat, pada 25 Juli 2026, berlangsung sukses, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Forum tertinggi organisasi bola tangan Indonesia ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan program kerja PB ABTI untuk empat tahun ke depan.

Keberhasilan penyelenggaraan Munas tidak terlepas dari peran Ketua Panitia Pelaksana, Cazanova, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kalimantan Barat. Bersama seluruh jajaran panitia, ia dinilai mampu mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, mulai dari proses penyambutan peserta, pelaksanaan sidang, hingga kepulangan delegasi dari berbagai provinsi.

Di bawah kepemimpinannya, seluruh agenda Munas berlangsung dalam suasana yang tertib, nyaman, dan penuh rasa kekeluargaan. Prosesi pembukaan yang diawali dengan penampilan tarian daerah, penyampaian laporan panitia, pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), penyusunan rekomendasi program kerja, hingga pemilihan Ketua Umum PB ABTI periode 2026–2030 berjalan lancar sesuai tata tertib organisasi.

Keramahan, kemampuan membangun komunikasi yang baik, serta sikap terbuka yang ditunjukkan Cazanova mendapat apresiasi dari para peserta Munas. Suasana harmonis yang tercipta selama kegiatan dinilai menjadi salah satu faktor penting keberhasilan Kalimantan Barat sebagai tuan rumah penyelenggaraan Munas PB ABTI 2026.

Puncak Munas menghasilkan keputusan dengan kembali terpilihnya Zulfydar Zaidar Mochtar, S.E., M.M. sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) periode 2026–2030. Keputusan tersebut memperoleh dukungan mayoritas Pengurus Provinsi (Pengprov) ABTI dari berbagai daerah di Indonesia.

Munas PB ABTI 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Pelaksana Tugas Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Usman Ali Mustofa, S.Or., M.Pd., Ketua Bidang Pembinaan Hukum KONI Pusat Dr. Widodo Sigit Pudjianto, S.H., M., Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Harry Warganegara, Tim Review Kemenpora Prof. Yuyun Yudiana, M.Pd., Dr. Del Asri, S.Si., M.Pd., serta Kepala Bidang Olahraga dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Eko Akbar.

Usai kembali dipercaya memimpin organisasi, Zulfydar Zaidar Mochtar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh Pengprov ABTI.

“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh Pengprov yang kembali memberikan kepercayaan kepada kami untuk memimpin PB ABTI periode 2026–2030. Amanah ini akan kami jawab dengan kerja nyata demi meningkatkan prestasi bola tangan Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru akan segera mempersiapkan berbagai agenda strategis, di antaranya Kejuaraan Nasional Senior di Medan, Sumatera Utara pada Oktober 2026, Kejuaraan Nasional Junior di Surabaya pada November 2026, serta mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Olahraga Pantai yang direncanakan berlangsung di Jakarta.

Selain agenda nasional, PB ABTI akan terus memperkuat program pembinaan atlet menuju berbagai kejuaraan internasional. Menurut Zulfydar, capaian atlet bola tangan Indonesia di tingkat ASEAN dan SEA Games harus menjadi pijakan untuk meningkatkan prestasi hingga level Asia dan dunia.

Ia juga mengajak seluruh Pengprov ABTI untuk memperkuat pembinaan atlet di daerah agar lahir bibit-bibit unggul yang mampu memperkuat tim nasional dan mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Munas, Cazanova, menyampaikan apresiasi kepada seluruh Pengprov ABTI yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan serta rekomendasi demi kemajuan organisasi dan peningkatan prestasi olahraga bola tangan nasional.

Dalam proses pemilihan Ketua Umum, sebanyak 20 dari 24 Pengprov ABTI menyatakan dukungan kepada Zulfydar Zaidar Mochtar untuk kembali memimpin PB ABTI periode 2026–2030. Dukungan tersebut berasal dari Pengprov Sumatera Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Bali, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Riau, Bengkulu, Sulawesi Tengah, serta sejumlah daerah lainnya.

Keberhasilan penyelenggaraan Munas PB ABTI 2026 tidak hanya menghasilkan kepemimpinan yang kembali memperoleh dukungan mayoritas daerah, tetapi juga mencerminkan semakin matangnya tata kelola organisasi bola tangan Indonesia dalam menjalankan proses demokrasi internal. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat persatuan seluruh insan bola tangan Indonesia dalam mewujudkan prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

(Redaksi)