BREAKINGNEWS-II-MTN

Bogor – Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT dengan menambah dua tenaga tukang, Suyitno dan Nurul Hidayat, dari Markas UAR Pusat, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kedua relawan tersebut diberangkatkan dari markas Cileungsi melalui Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten pada Ahad 20 September 2026 diantar staf UAR pusat. Pesawat Super Jet yang membawa mereka take off pukul 13.00 WIB menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat mengungkapkan, hunian atau tempat tinggal yang layak bagi masyarakat terdampak gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan kebutuhan yang mendesak bagi masyarakat Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Oleh karenanya, untuk membantu warga yang rumahnya rusak akibat bencana, Tim UAR dengan koordinator lapangan (korlap) Daud Masang, terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di lokasi pengungsian tersebut. Enam unit huntara ditargetkan selesai dan dapat dimanfaatkan warga pada akhir bulan ini.

“Kita menargetkan akhir bulan ini (September 2026) sebanyak enam huntara dapat selesai pembangunannya dan dapat dimanfaatkan oleh warga terdampak,” ungkap Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat, saat memberikan pembekalan sebelum kedua relawan diberangkatkan ke Bandara, Ahad, (20/09/2026).

Suyitno merupakan relawan UAR yang memiliki banyak pengalaman dalam pekerjaan pembangunan. Ia antara lain pernah turut dalam pekerjaan perbaikan Masjidil Haram di Makkah dan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Utara, Palestina.

Bersama Nurul Hidayat, Suyitno juga pernah beramal shalih dalam pembangunan huntara bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh pada akhir November 2025 selama dua bulan.

Dalam ikhtiar percepatan huntara, UAR selain menambah tenaga tukang, juga meningkatkan aktivitas para relawan. Amal shalih dimulai sejak pagi. Setelah menunaikan shalat Shubuh dan sebelum sarapan, para relawan langsung turun ke lokasi melanjutkan pekerjaan. Bahkan, proses pembangunan terus dilakukan hingga larut malam.

Ketua Umum UAR berpesan agar para relawan senantiasa memperhatikan keselamatan selama melaksanakan pekerjaan pembangunan huntara dan amal shalih lain di lokasi bencana.

“Ikuti SOP yang ada, APD jangan lupa digunakan saat melaksanakan misi kemanusiaan pembangunan huntara dan aktivitas lainnya di lokasi bencana,” ujarnya.

Endang berharap penambahan dua tenaga tukang tersebut dapat mempercepat pembangunan enam huntara sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh para penyintas yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan langkah ibadah kita dalam melaksanakan misi kemanusiaan di lokasi bencana sehingga masyarakat di Dusun Waso dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak,” harapnya.

Pembekalan Pembina

Sebelum berangkat menuju lokasi bencana, kedua relawan juga mendapat pembekalan dari Pembina UAR Muhammad Tobri. “Jaga niat, semata-mata ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam melaksanakan misi kemanusiaan di medan bencana,” ujar Tobri.

Menurutnya, membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah merupakan kesempatan yang sangat baik. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ujar Muhammad Tobri, mengutip hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad.

“Oleh karenanya, bersyukur para ikhwan (relawan) yang dapat melaksanakan amanah beramal shalih membantu sesama yang sedang mengalami musibah,” tambahnya.

Enam huntara yang saat ini sedang dilakukan percepatan pembangunannya oleh Tim UAR, tiga unit merupakan bantuan dari PT Trans-Pacific Petrochemical Indonesia (PT TPPI) Tuban, Jawa Timur, melalui perjanjian kerja sama (PKS) antara pihak PT TPPI dan UAR pada Selasa (15/09/2026).

Sementara tiga unit lainnya merupakan penyaluran donasi dari berbagai pihak, di antaranya dari MUI Kabupaten Waropen Papua, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jawa Barat, Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Bogor, Ikatan Guru Taman Al-Qur’an (IGTA) Bogor, PAUDQU dan TPA Alghinaya Bogor, serta Warga Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.

[Al Mujahid]

Editor : Ellwia