MTN_KARAWANG – Relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) turut ambil bagian dalam operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Tamelang, Desa Tamelang RT 02/01, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki dan diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Ahad (17/5/2026) setelah dua hari pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

Berdasarkan laporan kejadian BPBD Kabupaten Karawang, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu 16 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WIB di Jembatan Tamelang. Menurut keterangan saksi Aep dan Adi, yang merupakan sopir angkot di sekitar lokasi, korban sejak malam sebelumnya sudah terlihat berada di jembatan dan bersandar di besi pembatas jembatan.

Korban kemudian jatuh ke sungai dan terbawa arus. Tim SAR BPBD bersama unsur gabungan segera melakukan assessment dan pencarian di lokasi. Dalam operasi hari pertama tersebut, relawan UAR atas nama Mukmin turut bergabung membantu proses pencarian bersama BPBD Karawang, Satpol PP, Polsek Purwasari, aparat Desa Tamelang, dan unsur relawan lainnya.

Pencarian hari pertama korban belum berhasil ditemukan. Operasi pencarian dilanjutkan pada Ahad 17 Mei 2026. Tim Kantor Unit Siaga SAR Karawang tiba di lokasi pukul 06.50 WIB untuk melaksanakan assessment, briefing, dan pembagian tugas. Selanjutnya pada pukul 07.15 WIB, Tim SAR Gabungan mulai melakukan penyisiran sesuai rencana operasi.

Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan pada pukul 11.40 WIB dalam kondisi meninggal dunia di titik sekitar 4,6 kilometer dari lokasi awal kejadian. Sekitar pukul 11.55 WIB, jasad korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kabupaten Karawang untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan evakuasi korban tidak lepas dari kolaborasi seluruh unsur SAR, relawan, dan masyarakat yang terlibat di lapangan.

Sementara itu, pada hari yang sama, relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue Korda Bogor juga kembali terjun dalam operasi pencarian korban tenggelam lainnya di kawasan Sungai Ciliwung, Depok, Jawa Barat.

Dua personel UAR Korda Bogor, yakni Ubaydillah dan Apriliyan, melakukan assessment di lokasi kejadian tenggelamnya seorang remaja pria berinisial ARR di kawasan Jembatan Panus Atas, Pmcoran Mas, Kota Depok, Ahad 17 Mei 2026 petang.

Korban yang merupakan warga Villa Santika, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok dilaporkan tenggelam dan terbawa arus sungai sekitar pukul 17.30 WIB saat akan mengambil alat pancing yang tersangkut di sungai.

“Korban mencoba berenang ke posisi alat pancing yang tersangkut. Namun, korban anak remaja itu justru tenggelam saat hendak mengambil kail tersebut,” ujar Kepala Bidang Penanggulangan Bencana (PB) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Denny Romulo, Ahad malam.

Rekan korban dan warga lain yang turut memancing tidak berhasil menolong korban dengan menjulurkan bambu, namun tak berhadil karena derasnya arus air sungai.

Dalam laporan assessment UAR Korda Bogor, kedua relawan melakukan pengecekan lokasi kejadian serta mengikuti briefing bersama instansi terkait dan potensi SAR lainnya guna menyusun rencana penyisiran sungai pada hari berikutnya.

“Korban sampai saat ini, Senin 18 Mei 2026 pukul 10.00 WIB masih dalam pencarian. Korban belum ditemukan,” ujar Ubaydillah melalui pesan singkatnya.

Ketua Umum UAR . H. Endang Sudrajat mengapresiasi para relawan yang terus hadir dalam setiap peristiwa bencana atau musibah. “Alhamdulillah, jazakallah khairan dan tetap semangat para relawan,” ujarnya.

Keterlibatan relawan UAR dalam dua operasi kemanusiaan di lokasi berbeda tersebut menunjukkan komitmen personel UAR untuk terus hadir membantu dalam setiap proses pencarian dan penyelamatan korban musibah bersama unsur SAR gabungan dan masyarakat.

[AM]