MTN_ACEH TAMIANG – Lembaga Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) menyalurkan donasi kemanusiaan dengan membangun hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Pembangunan Huntara ini merupakan wujud nyata pemanfaatan donasi bencana yang dihimpun dari berbagai pihak, di antaranya Yayasan Astri Bakti Insani (ABI) dan Pendengar Radio Silaturahim (Rasil).

Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR), H. Endang Sudrajat, menyampaikan bahwa pembangunan Huntara menjadi bagian dari komitmen UAR untuk memastikan donasi yang dititipkan para dermawan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh para penyintas bencana.

“Kami berkomitmen menyalurkan donasi bencana secara amanah dan tepat sasaran. Salah satunya melalui pembangunan hunian sementara bagi masyarakat yang kehilangan rumah akibat banjir di wilayah Sumatra,” ujar H. Endang Sudrajat, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, UAR membangun total delapan unit Huntara yang tersebar di beberapa wilayah terdampak, yakni tiga unit di Kabupaten Aceh Tamiang, dua unit di Kabupaten Bener Meriah, satu unit di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, serta dua unit di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Huntara tersebut diperuntukkan sebagai tempat tinggal sementara yang layak bagi para penyintas, sembari menunggu proses pemulihan dan pembangunan hunian permanen. Kehadiran Huntara diharapkan dapat membantu warga bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih aman dan bermartabat pascabencana.

Koordinator Lapangan (Korlap) Tim UAR di Aceh, Ir. Edi Wahyudi, menuturkan bahwa pembangunan Huntara dimulai sejak Selasa kemarin (13/1) di Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak tiga unit dan Rabu 14 Januari 2026 pembangunan dua Huntara di Tanjung Pura. Kabupaten Langkat.

“Luas bangunan 5 x 5 meter, ada kamar mandi dan toilet terpisah. Target tiga pekan ke depan semoga semua unit Huntara sudah bisa dihuni oleh warga terdampak bencana,” kata Edi Wahyudi.

Menurut Edi, relawan UAR juga telah menandatangani kesepakatan penyerahan empat unit huntara kepada warga Aceh Tamiang (2 unit) dan Tanjung Pura (2 unit) sebagai bagian dari komitmen akuntabilitas dan keberlanjutan program. Musyawarah koordinasi dengan Kepala Dusun (Kadus) setempat dan pihak terkait lainnya juga telah dilakukan tim pembangunan huntara.

Lembaga kemanusiaan yang fokus pada kebencanaan, sosial dan dakwah, Ukhuwah Al-Fatah Rescue, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program kemanusiaan ini, khususnya Yayasan Astri Bakti Insani (ABI) dan Pendengar Radio Silaturahim (Rasil), yang turut mendukung pembangunan Huntara bagi korban banjir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan relawan, termasuk ABI dan keluarga besar Pendengar Radio Silaturahim. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah dan dibalas oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tutup H. Endang Sudrajat.

Melalui pembangunan Huntara ini, UAR menegaskan perannya tidak hanya dalam fase tanggap darurat, tetapi juga dalam pemulihan pascabencana, dengan memastikan donasi masyarakat diolah menjadi bantuan nyata yang berdampak langsung bagi para penyintas bencana.

Sejak terjadinya bencana hidrometeorologi (banjir bandang dan tanah langsor) di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh akhir November lalu, lembaga kemanusiaan UAR hingga kini telah mengirimkan 100 personel relawan yang terbagi dalam tiga gelombang pengiriman guna membantu masyarakat yang terdampak bencana.

[Al Mujahid]