Takalar I Tribratanusantara.co.id- Komunitas “Kurir Allah” bekerja sama dengan “Komunitas Tangan Diatas” melaksanakan Program Donasi Kemanusiaan (Program 5) yang bertujuan membantu korban bencana di Aceh dan Sumatra. Program ini mendapatkan dukungan penuh dari seluruh personil Tirta Panrannuangku/PDAM Takalar, yang berhasil mengumpulkan total infaq tunai sebesar Rp 10.164.000.(16/12/2025)
Acara penyerahan dana berlangsung secara langsung pada hari Senin, 15 Desember 2025, di halaman kantor Tirta Panrannuangku. Tempat ini dipilih karena memiliki suasana yang sederhana dan representatif, dengan dinding belakang yang menampilkan logo biru “TIRTA PANRANNUANGKU” di tengah latar belakang pepohonan hijau yang rindang. Penyerahan dilakukan oleh Bapak Habibie Dg. Ngalle, Kabag Pelayanan Tirta Panrannuangku, kepada perwakilan Komunitas Kurir Allah.
Pada kesempatan tersebut, Bapak Habibie menyampaikan ucapan syukur atas kesuksesan pengumpulan dana. “Alhamdulillah, donasi ini merupakan bukti kepedulian kita semua. Semoga bantuan ini membawa berkah, meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra, serta menjadi wasilah turunnya rahmat Allah,” ujarnya saat menyerahkan cek donasi kepada perwakilan komunitas.
Selain itu, pihak Tirta Panrannuangku juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh karyawan yang telah berpartisipasi dalam program ini. Setiap kontribusi, baik dalam jumlah besar maupun kecil, dianggap memiliki nilai yang sama dalam membantu korban bencana. “Kami berharap aksi kecil ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut serta dalam kegiatan sosial,” tambah Bapak Habibie.
Komunitas Kurir Allah sebagai pihak yang akan menyalurkan dana, menjamin bahwa seluruh uang yang terkumpul akan digunakan dengan transparan dan tepat sasaran. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembelian kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula; pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca di daerah bencana; serta bantuan medis seperti obat-obatan dan perlengkapan kesehatan dasar bagi para korban.
Kegiatan donasi ini bukan hanya sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga menjadi bentuk dukungan emosional bagi korban bencana. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Takalar tidak pernah lupa dengan saudara-saudara yang sedang mengalami kesulitan di daerah lain di Indonesia. Setiap kontribusi yang diberikan diharapkan dapat memberikan harapan dan semangat baru bagi mereka yang terkena dampak bencana.
Semoga upaya bersama ini mendatangkan kebaikan bagi semua pihak, dan bantuan yang diberikan dapat benar-benar meringankan beban korban bencana di Aceh dan Sumatra. Aamiin. (Nappa)





