MTN_Mempawah, Kalimantan Barat — Deretan mobil pengantri cukup panjang untuk mendapatkan BBM. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, seperti di SPBU Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Senin, (16/03/2026).
Karena menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, isu penimbunan BBM jenis Pertalite mulai mencuat ke publik. Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Mempawah.
Menyikapi permasalahan ini Elemen masyarakat Mempawah, meminta Bupati berserta aparat Kepolisian agar turun langsung untuk memastikan kendaraan yang mengantri BBM bukan penimbun.
Mengingat disaat panjangnya antrean harus memastikan tidak ada kendaraan pengantri yang hanya untuk menimbun BBM jenis Pertalite demi mencari keuntungan pribadi.
Karena menurut keterangan salah satu warga Mempawah, Bj menyebutkan,” bahwa membludak antrean kendaraan mobil dan motor mengantri BBM jenis Pertalite untuk menimbun.
jadi masyarakat minta anggota Kepolisian Polres Mempawah, harus turun kelapangan untuk menindak pengantri yang menyalahgunakan BBM jenis Pertalite.
Ia juga menambahkan, disinilah tugas Sat Pol PP harus ikut turun mengawasi dan menertibkan dalam antrian panjang BBM jenis Pertalite.
Jika tidak ditertibkan maka masyarakat merasa dirugikan karena di kios-kios penjual eceran sudah ada yang menjual Rp 15 ribu per liter.
Kami selaku masyarakat Mempawah, meminta Kepolisian Polres Mempawah, untuk menindak tegas pengantri yang untuk menimbun, tegas Bj.
Hingga berita ini diterbitkan masih belum ada penertiban dan penindakan tegas terhadap pengantri Penimbun BBM jenis Pertalite dan kios-kios mini.
(Azwandi)





