MTN_BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan pentingnya revitalisasi Setu Kabantenan sebagai langkah strategis dalam mengendalikan limpasan air yang kerap menggenangi kawasan permukiman warga. Upaya tersebut dilakukan seiring perubahan fungsi wilayah yang sebelumnya didominasi lahan pertanian menjadi kawasan hunian.

Dalam keterangannya di Cibinong, Rabu (20/5/2026), Rudy menjelaskan bahwa Setu Kabantenan pada masa lalu berfungsi sebagai pembagi aliran air untuk kebutuhan pertanian. Namun, perkembangan wilayah selama puluhan tahun telah mengubah sistem tata air di kawasan tersebut sehingga diperlukan penyesuaian fungsi setu agar tetap optimal.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor kini mendorong penataan Setu Kabantenan agar dapat berfungsi sebagai embung penampung air sekaligus pengendali banjir lingkungan. Dengan optimalisasi tersebut, limpasan air saat hujan deras diharapkan tidak lagi masuk ke rumah-rumah warga maupun kawasan perkampungan.

“Hari ini kita harus mengoptimalkan fungsinya menjadi embung air yang baik, sehingga limpasan air yang masuk ke rumah-rumah warga dan perkampungan bisa dikendalikan,” ujar Rudy Susmanto, Rabu (20/5/2026).

Ia menambahkan, penanganan dilakukan melalui sejumlah langkah teknis, mulai dari pembersihan sampah, normalisasi setu, hingga pendalaman area tampungan air untuk meningkatkan kapasitas daya tampung saat curah hujan tinggi.

“Setunya dibersihkan, dinormalisasi, dan didalamkan agar daya tampung air lebih maksimal. Ini bagian dari upaya jangka panjang dalam penataan lingkungan dan pengurangan risiko banjir di kawasan permukiman,” tambahnya.

Pemkab Bogor berharap revitalisasi Setu Kabantenan tidak hanya mampu menjadi solusi pengendalian banjir, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

[Al Mujahid]