MTN_BANDUNG BARAT – Belum selesai tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera, kini terjadi bencana serupa di Jawa Barat.

Sabtu 24 Januari 2026 dini hari tanah longsor menerjang Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Hingga Ahad pagi Sabtu pagI tercatat sepuluh orang meninggal dunia dan 80 puluh warga lainnya diduga masih tertimbun material longsoran.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, S.A.P, M.Si., mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam durasi cukup lama.

Material longsoran dari lereng menerjang 34 rumah warga serta menimbun akses lingkungan sekitar, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan signifikan.

“Sebanyak 34 rumah warga hilang diterjang tanah longsor, akses lingkungan juga tertimbun. Hingga Ahad ini korban meninggal dunia mencapai 10 orang dan 80 warga diduga masih tertimbun tanah,” kata Ade Dian Permana dalam wawancara dengan Elshinta, Ahad 25 Januari 2026.

Ade Dian Permana menegaskan, alih fungsi hutan menjadi perkebunan serta hujan deras disertai angin kencang selama dua hari menjadi pemicu terjadinya tanah longsor sejauh tiga kilometer dan lebar 80 – 250 meter.

Tim Gabungan Basarnas, BPBD Jawa Barat, TNI-Polri dan para relawan berbagai organisasi kemanusiaan Ahad pagi (25/01/2026) melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi-lokasi yang ditengarai terdapat korban tertimbun.

Operasi pencarian korban yang masih tertimbun dilakukan dengan penggalian tanah secara manual, menggunakan alat semprot air (alkon), drone UAV, serta K-9 yang didatangkan dari Polda Jawa Barat.

“Tim UAR Turun ke Lokasi”
Salah satu di antara puluhan Potensi SAR yang turun ke lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat adalah Ukhuwah Al-Fatah Al-Fatah Rescue (UAR).

Sabtu pagi setelah mendapat informasi bencana, Tim UAR Wilayah Jawa Barat terdiri M. Encep Zakasih (Ketua Korwil), Iip Nurwendi, Aris Rismanto, Aldi Alfadillah dan Faiz Maulana langsung turun ke lokasi bencana.

Mereka langsung bergabung dengan Tim SAR Basarnas di Posko Utama Bencana bersama ratusan relawan lain. Hari itu, Sabtu 24 Januari 2026, belum bisa melakukan pencarian korban karena hujan terus menerus-menerus dan kondisi tanah yang gembur.

“Hari pertama para relawan belum bisa melakukan pencarian karena kondisi tanah yang masih labil dan hujan terus-menerus. Kami baru bisa menyantuni para warga terdampak bencana di pengungsian,” kata Encep Zarkasih, Sabtu (24/01/2026).

Salah seorang personel UAR di lokasi bencana, Aris Rismanto, mengatakan bahwa hari Ahad ini merupakan hari pertama opsar gabungan. “Hari ini, Ahad 25 Januari 2026 hari pertama opsar gabungan. Tim SAR baru melakukan pemetaan sambil melakukan pencarian korban yang tertimbun tanah longsor,” kata Aris saat dikonfirmasi, Ahad 25 Januari 2026.

Terkait dengan terjadinya musibah tersebut, Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat juga telah menginformasikan bencana dan mengimbau para Ketua Korwil terdekat: Jabodetabek Banten, Banyumas Raya, Jawa Tengah Utara dan wilayah Jawa Tengah Selatan untuk mempersiapkan personel SARnya guna membantu Korwil Jawa Barat jika suatu saat diperlukan.

“Kami mengimbau kepada seluruh Ketua Korwil untuk mempersiapkan personel dan sumberdaya yang dibutuhkan untuk membantu Korwil Jawa Barat dalam rangka respon bencana ini. Terima kasih dan jazakallah khairan atas perhatian serta kerja samanya,” ujar Endang Sudrajat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Hingga saat ini, operasi SAR masih berlangsung dan difokuskan pada pencarian korban tertimbun. Akses menuju beberapa titik longsoran masih terbatas akibat kondisi tanah yang labil dan hujan yang masih terjadi secara periodik. Petugas mengimbau seluruh unsur di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan.

Pihak berwenang juga menegaskan bahwa data korban dan dampak bencana masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan operasi pencarian dan pertolongan di lapangan.

[Al Mujahid]

Editor : Ellwia