MTN_PADANG LAWAS | Ketua DPRD Kabupaten Padang Lawas, Luat Hasibuan, mengungkapkan alasan dirinya jarang mengaktifkan telepon WhatsApp. Hal itu disampaikannya di hadapan mahasiswa saat aksi unjuk rasa terkait isu nasional di halaman kantor DPRD Palas, Senin, (01/09/2025).
Pada penghujung aksi, salah seorang peserta unjuk rasa menyinggung konflik PT Barapala di Kecamatan Sihapas Barumun. Massa aksi menilai DPRD Palas tidak merespons surat permintaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang telah dilayangkan sejak Juni 2025.
Bahkan, pesan melalui WhatsApp yang dikirim langsung ke Ketua DPRD disebut tidak pernah mendapat jawaban.
Menanggapi hal tersebut, Luat Hasibuan menjelaskan bahwa dirinya jarang mengaktifkan WhatsApp karena banyaknya pesan masyarakat yang berisi permintaan bantuan. Ia khawatir tidak dapat memenuhi seluruh permintaan tersebut sehingga memilih untuk menonaktifkan aplikasi.
“Banyak masyarakat yang mengirim pesan WhatsApp untuk meminta pertolongan. Saya takut tidak bisa menuruti semuanya, jadi saya jarang mengaktifkan WhatsApp,” ujar Luat.
Sementara itu, salah seorang warga, Baginda Hasibuan, menilai alasan Ketua DPRD tersebut tidak tepat.
“Sebetulnya alasan beliau itu tidak bisa dibenarkan. Kami menyampaikan keluhan karena beliau adalah perwakilan rakyat. Kalau beliau sama seperti masyarakat biasa, mungkin tidak akan ada hubungan dengan kami sampai meminta tolong,” kata Baginda saat diwawancarai terpisah.
Pewarta : Wahyu P Siregar
Editor : Ayudi





