TribrataNusantara.co.id//Palas Sumut – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Padang Lawas (Palas) di Jakarta menyatakan akan menggelar aksi damai di depan Gedung Kejaksaan Agung RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Aksi ini digelar sebagai respon atas maraknya keluhan masyarakat terkait pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berlangsung di luar wilayah Palas dan diduga menyebabkan pemborosan dana desa. Jumat, (13/06/2025).

Koordinator Aliansi, Syahrul Romadon Rambe, SH., MH., alumnus Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kegelisahan masyarakat desa yang mempertanyakan manfaat dan transparansi kegiatan Bimtek tersebut.

“Kami menerima laporan bahwa setiap desa mengutus enam orang untuk dua kegiatan Bimtek dan dikenakan biaya hingga Rp 10 juta setiap peserta, total Rp 60 juta per desa. Jumlah ini dianggap sangat besar dan membebani keuangan desa,” jelas Syahrul kepada melalui.

Menurutnya, pelaksanaan Bimtek dinilai belum menunjukkan manfaat langsung bagi masyarakat desa, sementara alur pelaksanaannya tidak disosialisasikan secara terbuka. Hal ini memunculkan pertanyaan publik, siapa sebenarnya pihak-pihak yang berada di balik kegiatan tersebut.

“Kami tidak menuduh siapa pun, tetapi perlu ada audit menyeluruh. Kami ingin mencari tahu siapa dalang di balik kegiatan Bimtek ini, apakah ada pihak yang bermain di balik layar yang justru mengambil keuntungan dari dana desa,” tegas Syahrul.

Ia juga menyoroti bahwa kegiatan semacam ini tampak bertentangan dengan semangat efisiensi anggaran yang sedang digalakkan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Presiden sudah memberikan arahan soal efisiensi dan penggunaan anggaran secara tepat guna. Maka jika ada kegiatan yang tidak efektif dan justru membebani desa, itu perlu dikaji ulang,” ujarnya.

Syahrul juga menambahkan bahwa aksi ini bukan untuk menyudutkan pihak manapun, tetapi semata-mata untuk menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola anggaran desa dan memastikan bahwa setiap rupiah dari uang rakyat digunakan untuk hal yang benar-benar bermanfaat.

“Kami akan terus bergerak dan mengawal isu ini. Jika perlu, kami akan menyurati Sekretariat Negara sebagai bagian dari upaya mendorong transparansi dan tanggung jawab atas kegiatan yang menyangkut kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Aksi Mahasiswa Jakarta Aliansi Mahasiswa Palas Audit Dana Desa Bimtek di Luar Daerah Kejagung Korupsi Dana Desa KPK Pemuda Padang Lawas Syahrul Romadon rambe minta transparansi anggaran.

Pewarta Wahyu p siregar

Editor : Ellwia