BREAKINGNEWS-II-MTM
KENDARI — Antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU Kota Kendari masih terlihat panjang hingga Kamis (24/9). Warga terpaksa mengantre berjam-jam untuk mendapatkan jatah bahan bakar, sementara dugaan penimbunan serta penyalahgunaan pasokan masih menjadi keluhan di lapangan.
Bahkan, saat melakukan peninjauan langsung, tim DPRD Kota Kendari menemukan adanya penyalahgunaan kode QR pembelian BBM bersubsidi yang tidak sesuai ketentuan. Hal ini diduga menjadi salah satu penyebab pasokan tidak merata dan antrean terus terjadi.

Ombudsman Sulawesi Tenggara turut menegaskan perlunya pengawasan yang lebih ketat dari pihak Pertamina. Masyarakat berharap distribusi BBM dapat segera diperbaiki agar tidak merugikan warga yang sangat membutuhkan.
Pihak Pertamina diminta menjelaskan secara transparan penyebab kelangkaan dan langkah perbaikan yang segera dilakukan.
Dok/istimewa — Kendaraan berbaris panjang mengantre BBM di salah satu SPBU Kota Kendari.
Pewarta : Risal A.d
Editor : Naurah





