MTN_Bekasi – Ratusan warga Desa Gandamekar dan masyarakat sekitar kawasan industri MM2100 menggelar aksi demonstrasi di depan PT NSK Bearing Manufacturing Indonesia, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (04/12/2025).

Aksi tersebut dipicu oleh rencana perusahaan untuk membuka tender pengelolaan limbah yang dinilai sepihak oleh warga. Para peserta aksi menilai kebijakan itu berpotensi menyingkirkan PT Cahaya Bulan Permata, perusahaan lokal yang selama ini dipercaya masyarakat serta dianggap berkontribusi positif terhadap lingkungan sekitar.

Koordinator aksi, Rojali, mengatakan bahwa kerja sama antara PT Cahaya Bulan Permata dan PT NSK Bearing Manufacturing Indonesia sudah berlangsung selama bertahun-tahun sebagai bagian dari penerapan kearifan lokal.

“Kami sudah bertahun-tahun bekerja sama. Pada November tahun ini kami juga sudah menerima Surat Perintah Kerja (SPK) tripartit. Tapi tiba-tiba muncul pengumuman akan dilakukan tender,” ujar Rojali di lokasi aksi.

Ia mempertanyakan alasan dibukanya tender tersebut, mengingat SPK tripartit yang diterbitkan masih berlaku hingga November tahun depan.

“Kami bingung atas dasar apa mereka melakukan tender, padahal SPK itu habisnya November tahun depan,” katanya.

Rojali menegaskan bahwa PT Cahaya Bulan Permata telah memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sekitar. Menurutnya, tender baru tersebut terkesan ingin menggeser keberadaan perusahaan lokal yang selama ini menjalin hubungan baik dengan warga.

Para demonstran pun meminta manajemen PT NSK Bearing Manufacturing Indonesia untuk membatalkan rencana tender guna menghindari kegaduhan yang berpotensi lebih luas.

“Kami mendesak pihak manajemen membatalkan tender supaya tidak ada kegaduhan. Kearifan lokal seharusnya dirangkul, bukan diabaikan. Bila memang ada kekurangan administrasi, kami siap dibina,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT NSK Bearing Manufacturing Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga.

(Red/AL)

Editor : Ayudi