MTN_Ketapang, Kalimantan Barat – Menyambut Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada 1 Mei 2026 mendatang, Sabtu, (25/04/2026).
Pengurus Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia Kontraktor Nasional (GAPENSI) Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Beni Hardian, Sp (50), menyerukan agar seluruh buruh di Kabupaten Ketapang, merayakannya dengan semangat positif, damai, dan penuh suka cita.
Ia menegaskan bahwa May Day adalah momen penting untuk menyuarakan hak-hak buruh, namun harus dilakukan dengan cara yang santun dan bermartabat.
“May Day adalah momen penting bagi buruh untuk menyuarakan hak-haknya, tetapi harus dirayakan dengan cara yang positif, riang gembira, dan tetap menjaga persatuan,” ujar Beni Hardian.
Ia mengingatkan agar buruh tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya menunggangi perayaan ini dengan agenda anarkis.
“Kita harus hati-hati terhadap oknum-oknum yang ingin menciderai esensi perjuangan buruh dengan aksi anarkis atau kekerasan. Jangan sampai May Day yang mulia justru dinodai oleh kepentingan kelompok tertentu,” ucapnya.
Menurut Beni Hardian buruh harus menjadi pelopor perubahan yang cerdas dan bermartabat.
“Buruh Ketapang, harus tampil sebagai pelopor perubahan yang cerdas dan bermartabat. Jangan biarkan provokasi merusak solidaritas kita,” tegasnya
Senada dengan itu, Tokoh Perburuan Kabupaten Ketapang, Kartono, juga mengimbau agar para buruh bersikap bijak dalam merespon momentum May Day 1 Mey Tahun 2026 mendatang.
Ia menilai bahwa demonstrasi yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak luas, mulai dari kerugian ekonomi hingga kerusakan citra industri nasional.
“Demonstrasi yang tidak terkendali bisa menimbulkan efek domino. Tak hanya kerugian ekonomi, tetapi juga bisa menghancurkan reputasi industri,” jelas Kartono.
Ia menambahkan, situasi yang tidak kondusif bisa menyebabkan investor menarik diri dan memindahkan usaha ke negara lain.
Oleh karena itu, seluruh elemen buruh diharapkan dapat menjaga stabilitas nasional dan menjadikan May Day sebagai ajang yang damai, menyenangkan, serta memperkuat persatuan bangsa.
Dimana seorang Presiden RI hadir langsung bersama buruh dalam perayaan May Day atau Hari Buruh Internasional.
Yang pertama melakukan itu adalah pesen pertama Republik Indonesia yaitu Bung Karno atau Ir Soekarno pada tanggal 1 Mei 1965,” pungkasnya.
(Evi Zulkipli).
Editor : Ellwia





