MTN__TAKALAR – Kebanggaan menyelimuti keluarga besar UPT SMP Negeri 2 Takalar. Di ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Takalar yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Takalar, para siswa sekolah ini tampil gemilang dan memborong berbagai gelar juara. Rabu, (05/10/2025)
Festival yang berlangsung hingga Kamis, 30 Oktober 2025, diikuti oleh ratusan pelajar dari berbagai sekolah menengah pertama di Kabupaten Takalar. Namun, nama SMPN 2 Takalar mencuri perhatian dengan dominasinya di hampir semua kategori lomba.
Dari cabang pidato, mendongeng, hingga cerpen, siswa-siswi SMPN 2 Takalar sukses mengukir prestasi membanggakan. Mereka meraih Juara 1 pidato putra, Juara 1 pidato putri, Juara 1 mendongeng putra, Juara 1 cerpen putra, serta beberapa kategori harapan: Harapan 1 mendongeng putri, Harapan 2 cerpen putri, dan Harapan 4 stand up putra.
Kepala UPT SMPN 2 Takalar, Dr. Hj. Karmila, S.Si., M.Pd, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas prestasi anak didiknya. Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga wujud nyata dari semangat Merdeka Belajar yang mendorong kreativitas dan pelestarian bahasa daerah.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian luar biasa para siswa. Festival ini bukan sekadar ajang lomba, tapi juga sarana membangun kecintaan pada bahasa ibu—warisan budaya yang harus kita jaga,” ujar Karmila.
Ia menambahkan, Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan langkah konkret dalam merevitalisasi bahasa daerah, khususnya bahasa Makassar, agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Kebanggaan serupa juga disampaikan oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, yang memberikan apresiasi tinggi atas prestasi tersebut.
“Prestasi para siswa SMPN 2 Takalar ini membuktikan bahwa generasi muda Takalar memiliki potensi luar biasa. Pemerintah daerah tentu bangga dan akan terus mendukung kegiatan yang menumbuhkan cinta terhadap budaya lokal,” kata Bupati.
Kemenangan besar SMPN 2 Takalar di FTBI 2025 menjadi bukti nyata bahwa semangat menjaga bahasa ibu dan budaya daerah masih berakar kuat di hati generasi muda Takalar.
(Nappa)
Editor : Ellwia





