
MTN- NUSANTARA -II-//Nanggung,Bogor,- Sejumlah warga di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mengeluhkan dugaan praktik penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dinilai tidak transparan. Bantuan yang dimaksud mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta BLT Kesra.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan pelanggaran terjadi di wilayah Kampung Nangela RT 01 RW 07, di mana beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengaku mengalami pemotongan dana bantuan mulai dari Rp100 ribu hingga Rp200 ribu setiap pencairan.
Selain itu, warga juga mengaku bahwa kartu ATM dan buku tabungan milik penerima manfaat tidak dipegang langsung oleh pemiliknya, melainkan oleh ketua RT setempat.
“PIN BPNT dan PKH dipegang terus oleh RT. Misalnya BPNT cair tiga bulan sekali sebesar Rp600 ribu, tapi yang diterima hanya Rp500 ribu,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (5/11/2025).
Dia menambahkan, praktik tersebut tidak hanya menimpa satu atau dua orang, melainkan sekitar 22 penerima manfaat. Bahkan pada penyaluran BLT Kesra sebesar Rp900 ribu, disebutkan terdapat potongan serupa.
“Sekarang BLT Kesra juga dipotong. Tahap sebelumnya Rp200 ribu, tahap sekarang Rp100 ribu per KPM,” ungkapnya”
Menanggapi tudingan tersebut, Ketua RT setempat, Ata Wijaya, membantah keras adanya pemotongan dana bantuan. Ia menegaskan bahwa proses penyaluran sudah berjalan sesuai prosedur.
‘Kartu PKH setelah pencairan akan dikembalikan kepada masing-masing penerima. Sekarang masih proses penyaluran BLT Kesra,” kata Ata melalui pesan singkat WhatsApp di hari yang sama.
Ata menegaskan dirinya hanya berperan mendampingi warga selama proses pencairan bantuan berlangsung.
Saya hanya mendampingi KPM saat mencairkan bantuan, tidak memegang kartu mereka,” ujarnya,
Kandi (Nkhan)





