BREAKINGNEWS-II-MTN

BANGKALAN – Ribuan masyarakat pesisir pantai utara Jawa Timur, khususnya para nelayan tradisional, kembali menggelar tradisi tahunan Hajatan Laut atau Petik Laut di Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil tangkapan laut yang melimpah, sekaligus doa untuk keselamatan dan keberkahan bagi para nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut.

Kegiatan yang sarat nilai budaya dan religius tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat setempat. Prosesi pemberangkatan peserta dan rombongan dilakukan dari kediaman Kepala Desa Tengket, H. Suli, yang menjadi titik kumpul utama sebelum menuju lokasi pelarungan di pesisir pantai.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimcam Arosbaya, di antaranya Camat Arosbaya, Kapolsek Arosbaya, Danramil Arosbaya, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangkalan, para ulama, tokoh masyarakat, serta unsur TNI AL dan Polri yang turut mengawal jalannya kegiatan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tengket, H. Suli, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya tradisi tahunan tersebut.

“Hajatan Laut ini merupakan bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT atas rezeki dan hasil laut yang diberikan kepada para nelayan. Alhamdulillah, tahun ini pelaksanaannya berlangsung meriah dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Semoga kebersamaan, persatuan, dan kerukunan masyarakat Desa Tengket terus terjaga,” ujar H. Suli.

Di sepanjang bibir pantai, puluhan perahu nelayan tampak berjajar rapi dengan hiasan bendera Merah Putih dan ornamen warna-warni. Perahu-perahu tersebut membawa berbagai hasil bumi, makanan tradisional, dan simbol-simbol syukur yang kemudian diarak menuju laut lepas dalam prosesi larungan.

Sebelum pelarungan dilakukan, seluruh peserta mengikuti doa bersama dan lantunan sholawat nabi yang dipimpin oleh para ulama. Gema sholawat yang menggema di sepanjang pesisir menambah kekhidmatan suasana, sekaligus mencerminkan kuatnya nilai religius yang melekat dalam tradisi masyarakat nelayan Bangkalan.

Tradisi Hajatan Laut tidak hanya menjadi warisan budaya yang terus dilestarikan, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat dalam menjaga keamanan wilayah pesisir, melestarikan budaya lokal, serta mendorong peningkatan kesejahteraan para nelayan di Kabupaten Bangkalan.

(Redho)