Sabtu 23 Mei 2026.
MTN. Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Seorang Tenaga Harian Lepas (THL) dilaporkan meninggal dunia di kawasan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, pada Selasa (12/05/2026).
Korban diketahui merupakan pekerja PT Kayong Alumunium Nusantara (PT KAN) yang bekerja untuk PT Dharma Inti Bersama (PT DIB) di kawasan industri tersebut.
Kapolres Kayong Utara, Adi Prabowo, membenarkan adanya peristiwa kematian tersebut. Hal itu sebagaimana dikutip dari media online Jurnalis.co.id.
“Betul, kejadian tanggal 12 Mei 2026,” ujar AKBP Adi Prabowo.
Sumber di lokasi KIPP menyebutkan, korban ditemukan pada 13 Mei 2026 atau sehari setelah kejadian. Namun hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih belum diketahui.
“Kejadiannya persis tidak ada yang tahu. Tiba-tiba dapat kabar ada yang meninggal dan sekujur badannya membiru,” kata salah seorang pekerja di KIPP yang meminta identitasnya dirahasiakan, Kamis (21/05/2026).
Menurutnya, sejumlah pekerja telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait peristiwa tersebut.
“Sampai sekarang masih belum jelas penyebabnya,” ujarnya.
Ia juga menyebut, insiden kecelakaan kerja di kawasan KIPP bukan kali pertama terjadi. Dalam periode April hingga Mei 2026, disebutkan sudah ada tiga pekerja yang meninggal dunia.
Selain itu, sumber tersebut mengaku jaringan komunikasi di kawasan industri sempat dimatikan setelah insiden terjadi.
“Ketika ada kejadian ini, sinyal di kawasan KIPP langsung dimatikan,” ungkapnya.
Peristiwa ini kembali menyoroti penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kawasan industri tersebut.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Vice President Corporate Communication PT Dharma Inti Bersama (DIB), Prisca Niken, melalui pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Awak media juga telah mencoba menghubungi Kapolsek Sukadana terkait kejadian tersebut. Namun hingga berita diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang disampaikan.
Sampai saat ini, baik pihak Polres Kayong Utara maupun perusahaan terkait belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab kematian pekerja tersebut.
(Evi Zulkipli).





