MTN. Ketapang, Kalimantan Barat.
Ledakan keras terjadi pada saat pemusnahan Barang Bukti (BB) di halaman Kejaksaan Negeri Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa 19 Mei 2026 lalu, ini menimbulkan “TEKA TEKI” elemen masyarakat Ketapang.

Atas insiden tersebut, menimbulkan seorang Pejabat Kejaksaan Negeri Ketapang, Kepala Sub Bagian Pembinaan, berinisial AS (50) mengalami luka di bagian kepala, publik menilai kejadian ini bukan sekadar kecelakaan biasa.

Kemudian Korban sempat dirawat di RS Fatimah Ketapang, sebelum dirujuk ke RSU Santo Antonius Pontianak, Kalimantan Barat. Untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait sumber ledakan, jenis barang bukti yang dimusnahkan, maupun standar pengamanan yang diterapkan dalam kegiatan tersebut.

Seperti dikutip salah satu media online Kepala Seksi Inteljen (Kasie Intel) Kejari Ketapang, Panter Rivai Sinambela menerangkan, insiden yang terjadi pada saat pihak Kejaksaan memusnahkan BB berupa senjata laras panjang dengan cara memotong menggunakan Gerinda, sehingga serpihannya mengenai korban. Bukan ledakan, sebab saat pemusnahan tidak ada bahan peledak yang dimusnahkan.

“Kesalahan teknis aja bang, sebab kami sudah melakukan pengecekan terhadap BB yang akan dimusnahkan dan yang serpihan mencar sampai kena ke orang itu dari senapan lantak yang sudah tua. Bukan bahan peledak sebab kami tidak ada memusnahkan bahan peledak. Senapan lantak itu pas digerinda dan terjadi gesekan panas, serpihannya pun lompat dan mengenai pelipis kiri kepala korban,” terang Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ketapang, Panter Rivay Sinambela. Kamis (21/05/2026).

Menyusul dugaan publik ada Pembohongan yang disampaikan Kasi Intel Kejari Ketapang, Panter Rivay Sinambela disalah satu media online tersebut.

Menyikapi permasalahan ini menimbulkan Kritikan tajam dari warga Ketapang, Beni Hardian, Sp jika korban hanya kena serpihan yang mencar dan mengenai pelipis kiri kepala korban (AS) akan tetapi kenapa Rumah Sakit Fatimah Ketapang menolak. Untuk memberikan perawatan insentif, malah si korban (AS) di rujuk ke Rumah Sakit Pontianak, ujarnya.

Ia juga menambahkan, Kasi Intel Kejari Ketapang, menerangkan itu bukan ledakan melainkan serpihan mengenai korban. Akibat senapan lantak pas digerinda dan terjadi gesekan panas.

Ini yang menjadi “TEKA TEKI” barang apa yang meledak..???. Karena menurut sumber dari media online yang sedang berada dilokasi saat kejadian itu.”Suara ledakannya cukup keras dan membuat peserta berhamburan” ini yang dikatakan sumber, tegas Beni Hardian.

(Evi Zulkipli).