MTN. Ketapang, Kalimantan Barat.
Warga Desa Persiapan Tembang Pauh, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sangat mendambakan pembangunan jembatan rangka baja di wilayah Rt 033 Dusun Tembang Pauh.
Keinginan tersebut bukan tanpa alasan, karena sebelum adanya pekerjaan jalan Trans Kalimantan dilokasi tersebut ada jembatan.
Ironisnya setelah ada pekerjaan jalan Trans Kalimantan jembatan diganti dengan gorong- gorong.

Kondisi ini menimbulkan kerugian beberapa rumah warga setempat mengalami kebanjiran, ketika musim hujan tiba dan debit air meningkat tajam arusnya juga tetap kuat.
Kini beberapa warga Rt 033, hanya berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dapat bisa membangun jembatan rangka baja menggantikan gorong-gorong agar masyarakat lebih aman ketika hari musim hujan.
Menyikapi permasalahan ini Ketua Forum Pemuda Laman Bersatu Kecamatan Sandai, Amontius menilai kondisi ini mencerminkan kurangnya perencanaan dari awal infrastruktur pekerjaan Jalan Trans Kalimantan yang sebelumnya ada jembatan kemudian diganti dengan gorong-gorong.
Sehingga beberapa rumah warga dusun Tembang Pauh, mengalami kebanjiran jika musim hujan. Maka kami meminta Pemerintah di Tahun 2027 agar mengalokasikan anggaran. Untuk membangun jembatan rangka baja pengganti gorong-gorong dilokasi tersebut, sebut Amontius.
Hal yang senada juga disampaikan Operator Balai Benih Ikan (BBI) Wilayah Kecamatan Sandai, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Ketapang, Adit menuturkan bahwa jika curah hujan debit air akan membajiri ke kolam- kolam ikan
Karena derasnya debit air dari saluran gorong-gorong tersebut, ironisnya beberapa tempat tinggal rumah warga mengalami banjir dan ini menimbulkan kerugian bagi warga dusun Tembang Pauh, ucap Adit.
Ia berharap Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum di Tahun 2027 membangun jembatan rangka baja pengganti gorong-gorong di jalan trans Kalimantan dusun Tembang Pauh.
Karena beberapa warga dusun Tembang Pauh, sudah sekian tahun mendambakan ada pembangunan jembatan rangka baja sebagai pengganti gorong-gorong yang menimbulkan rumah tempat tinggal warga setahun dua kali mengalami kebanjiran, tutur Adit mengakhiri.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kalimantan Barat, terkait warga dusun Tembang Pauh mendambakan pembangunan jembatan rangka baja.
(Evi Zulkipli).





