MTN_!!-Kamis 23 April 2026.Ketapang, Kalimantan Barat.
Lagi-lagi keluhan warga mengenai masalah air limbah sampah (Air Lindi) dari bak container sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) menimbulkan masalah serius dan menjadi keluhan beberapa warga.

Seperti dilokasi TPS bak container sampah, lapangan Sepakat Kelurahan Sampit, Desa Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, air lindi yang meresap ke tanah Menimbulkan bau aroma menyengat.

Karena beberapa warga bahkan warga yang berdekatan dengan TPS bak container sampah tersebut, mengalami aroma bau yang menyengat dari air lindi bak container sampah tersebut.

 

 

Berdasarkan aturan pengelolaan sampah, fasilitas penampungan sampah seharusnya memenuhi kriteria berikut :

*Lantai Kedap Air : Lantai harus di semen beton, atau menggunakan material kadap air agar tidak meresap ke tanah.

*Sistem Pengelolaan Lindi : Tempat bak Container sampah harus memiliki kemiringan ke arah saluran drainase tertentu, dimana lindi dialirkan ke bak penampung atau Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPL) sebelum dibuang ke lingkungan.

*Terlindung dari Hujan : Idealnya TPS memiliki atap agar air hujan tidak meningkatkan volume lindi.

Menyikapi permasalahan ini menjadi Kritikan dari Asmin Tokoh masyarakat Kelurahan Sampit, bahwa fasilitas lokasi TPS bak container sampah yang lantainya belum disemen (tanah langsung) meresap air limbah sampah (air lindi).

Merupakan praktik yang tidak memenuhi standar lingkungan dan berbahaya, setiap lantai TPS sampah wajib kedap air untuk mencegah pencemaran tanah dari air tanah, ujarnya.

Ia juga menambahkan, air lindi (cairan hasil pembusukan sampah) yang meresap langsung ke tanah akan mencemari air tanah disekitar lokasi. kami berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera mengambil tindakan agar air lindi tidak menyebarkan aroma yang menyengat disekitar tempat TPS.

Karena proses pembusukan sampah yang dibiarkan terbuka apalagi jika hari hujan cairannya meresap ke tanah akan menimbulkan aroma bau busuk menyengat yang menggangu likungan sekitar, pungkasnya.

Ditempat terpisah, Beni Hardian, Sp meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ketapang, meminta membangun saluran lindi dari bak container sampah menuju bak penampungan lindi khusus.

Karena tanah yang basah akibat air hujan bercampur air limbah (air lindi), akan menimbulkan aroma bau yang menyengat bagi warga sekitar.

Saya berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ketapang, untuk segera lantai TPS bak container sampah tersebut disemen beton, air limbah (air lindi) tidak menjadi keluhan warga Kelurahan Sampit, ucap Beni Hardian.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang, terkait Tempat Penampungan Sementara bak container sampah lapangan Sepakat Kelurahan Sampit.

(Evi Zulkipli).