MTN. Ketapang, Kalimantan Barat.
Aksi damai masyarakat Dusun Mambuk, Desa Segar Wangi, Kecamatan Tumbang Titi, memasuki hari ketiga pada Senin (18/5/2026). Ratusan warga masih bertahan di lokasi portal di Divisi 1.
Tepatnya di sekitar Jembatan Sungai Landau, sebagai bentuk keseriusan mereka memperjuangkan tuntutan. Kepada perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Sejak pagi hari, suasana di lokasi aksi berlangsung tertib dan kondusif. Warga menggelar doa bersama agar aksi berjalan aman serta tuntutan masyarakat, segera mendapat perhatian dari pihak perusahaan maupun Pemerintah Kabupaten Ketapang.
Masyarakat menegaskan tidak akan membuka portal dan akan tetap bertahan di lokasi hingga pihak perusahaan mendatangkan Direktur Utama PT Raya Sawit Mandiri (RSM), Kamsen Saragih, untuk bertemu langsung dengan warga di Desa Segar Wangi.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Segar Wangi, Suryadi Oland, menegaskan bahwa aksi yang dilakukan warga merupakan aspirasi murni masyarakat dan tidak ditunggangi pihak mana pun.
“Ini murni suara masyarakat. Kalau tidak percaya, silakan turun langsung ke lapangan, jangan hanya bermain di media sosial,” ujar Suryadi Oland dengan nada tegas di hadapan warga yang berkumpul di lokasi aksi.
Tokoh agama sekaligus tokoh adat setempat, Alang Bidin, juga membantah berbagai isu yang berkembang terkait dugaan adanya keterlibatan organisasi maupun pihak luar dalam aksi dan prosesi adat masyarakat Dusun Mambuk.
Menurut Alang Bidin, prosesi adat Melayu “cabit kulit darah tumpah” yang digelar pada Minggu (17/5/2026) merupakan murni kegiatan adat masyarakat setempat sebagai bentuk penyelesaian adat sekaligus memperkuat solidaritas warga.
“Prosesi adat kemarin benar-benar dilakukan oleh masyarakat Dusun Mambuk dan Desa Segar Wangi. Tidak ada organisasi ataupun pihak lain yang mengatur,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat Mambuk telah menjalankan adat istiadat secara turun-temurun sejak zaman dahulu.
“Masyarakat Mambuk sudah beradat sejak zaman dahulu,” tambahnya, yang langsung disambut teriakan kekompakan warga di lokasi aksi.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih berjaga di area portal dan tenda-tenda aksi tetap berdiri di badan jalan sekitar areal Divisi 1.
Warga berharap Dirut Kamsen Saragih didatangkan dan membuka ruang dialog secara langsung agar persoalan yang berlangsung dapat diselesaikan secara terbuka, damai, dan bermartabat.
Seperti dikutip dari salah satu media online, Kepala Bidang Hubungan Perusahaan, Riduan, Sp menyayangkan terjadi demonstrasi tersebut.
Menurutnya, permasalahan yang ada seharusnya dapat diselesaikan jalur dialog dan mediasi yang melibatkan pemerintah daerah, guna menemukan solusi terbaik.
“Sebetulnya aksi ini tidak perlu terjadi apabila antara PT Raya Sawit Manunggal (RSM) dan masyarakat Desa Segar Wangi, duduk bersama membuka data, fakta, serta sejarah keberadaan PT RSM berinvestasi di Desa Segar Wangi,” ujarnya Riduan. Sabtu (16/05/2026).
(Evi Zulkipli/tim).





