MTN_SUKABUMI – Sejumlah nasabah Baitul Maal Wattamwil (KBMT) Al-Manshur II yang berlokasi di Cibaraja, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengaku resah setelah dana tabungan mereka diduga raib. Jumat, (12/09/2025).

Seorang nasabah yang enggan disebutkan namanya menyebut, total kerugian para nasabah ditaksir mencapai lebih dari Rp2 miliar. “Kami menabung di KBMT ini dengan harapan aman, tetapi uang kami tidak ada. Jumlah keseluruhannya mencapai miliaran rupiah,” ungkapnya dengan nada kesal.

Para penabung KBMT Al-Manshur II diketahui berasal dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pedagang kecil seperti penjual gorengan, tukang cilok, hingga warga sederhana lainnya.

Beredar kabar di lapangan bahwa KBMT Al-Manshur II memiliki keterkaitan dengan salah seorang anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, yakni Ir. Yusuf Maulana, yang akrab disapa H. AK, dari Fraksi PKS.

Ketua Umum Forum Komunitas Wartawan Sukabumi Bersatu (FKWSB), Reden Hadi Haryono Kartadisastra, menyatakan pihaknya akan mendampingi para nasabah untuk menuntut hak mereka.

“FKWSB sudah menerima surat kuasa dari para nasabah. Kami siap menagih uang tabungan mereka atau melaporkannya kepada aparat penegak hukum. Bahkan, kami akan didampingi pengacara untuk membawa kasus ini ke ranah hukum,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Ketua DPD Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) SMI Raya, Lutfi Yahya, juga angkat bicara. Ia menilai dugaan keterlibatan anggota dewan dalam kasus ini sangat mencoreng integritas wakil rakyat.

“Jika benar, ini mencerminkan seorang anggota dewan yang tidak bertanggung jawab. Uang masyarakat saja dirampas, apalagi uang negara. Tidak bisa dibiarkan, harus segera diproses secara hukum,” ujarnya dengan nada keras.

Lutfi menambahkan, pihaknya bersama organisasi kewartawanan lainnya akan melaporkan dugaan kasus ini ke aparat penegak hukum di tingkat provinsi maupun pusat, serta mengawal jalannya proses hukum hingga tuntas.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik karena menyangkut nasib para nasabah KBMT Al-Manshur II yang mayoritas berasal dari kalangan masyarakat kecil.

Diterbitkan oleh MTN

Kepala Biro Sukabumi: Nuryana

Editor : Ayudi