MTN_BOGOR – Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) H. Endang Sudrajat mengimbau seluruh relawan UAR yang tengah bertugas di Kabupaten Aceh Tamiang untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem pada akhir Desember 2025.
Imbauan tersebut disampaikan H. Endang Sudrajat pada Senin, 29 Desember 2025, menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dengan status “awas” dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk wilayah Aceh dan sejumlah provinsi lainnya di Indonesia, yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
“Kami mengimbau kepada seluruh relawan UAR yang sedang beramal sholih di Aceh Tamiang agar tetap waspada dan siaga dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat dan angin kencang. Pastikan untuk selalu memantau update cuaca dari BMKG dan mengikuti instruksi evakuasi jika diperlukan,” ujar H. Endang Sudrajat di Bogor, Senin.

Ia menegaskan bahwa keselamatan relawan dan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan kemanusiaan. Koordinasi antartim juga diminta terus diperkuat agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan efektif. Kerja sama dengan relawan lain atau pihak terkait juga agar tetap dijaga.
“Keselamatan diri dan orang lain harus diutamakan. Terus jaga koordinasi antartim agar bantuan kepada masyarakat terdampak dapat berjalan efektif. Kerja sama dengan relawan kemanusiaan lain dan instansi terkait agar tetap dijaga. Semoga Allah senantiasa melindungi dan memberikan kekuatan bagi seluruh relawan,” tambahnya.
Menindaklanjuti peringatan serta imbauan tersebut, Relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) terus melaksanakan berbagai kegiatan mitigasi bencana dan pelayanan kemanusiaan di Aceh Tamiang.
Pada Ahad, 28 Desember 2025, Tim Terapis UAR menggelar pelayanan kesehatan gratis di Masjid Nurul Huda, Perumahan Paya Bedi, Kecamatan Rantau, dengan melayani 27 warga, sekaligus memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana. Pembagian donasi kepada para warga terdampak banjir juga dilakukan oleh Relawan UAR Muslimat.
Pada Senin pagi, 29 Desember 2025, kolaborasi Tim 1 dan Tim 2 UAR juga melaksanakan kerja bakti (amal sholih) membersihkan lingkungan di Pondok Pesantren Misbahur Rasyad Al Aziziyah Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari mitigasi lingkungan, khususnya untuk mengurangi risiko genangan dan dampak hujan lebat yang berkelanjutan.
Relawan yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Setiadi Rahmansyah, Alex Santoso, Tumiypno, Ali Musa, Nurul Fajri, Budiman, Aminullah, Abdul Halim, jalaluddin, Mukhlison, Sudrajat, Samingin, Muhajir, Sigit, Utbah dan Iin dengan dukungan peralatan kebersihan dan evakuasi ringan.
“Untuk perbaikan di Pos Bantuan Meunasah Asy Syura Kampung Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, kami mengadakan peralatan mesin bor system batrei dan membeli rangka atap baja ringan,” ujar Edy Wahyudi, Koordinator Lapangan Tim Relawan UAR.
UAR menilai bahwa masjid dan pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi, koordinasi, dan kesiapsiagaan masyarakat. Organisasi kemanusiaan dan kebencanaan ini berkomitmen untuk terus hadir dalam upaya pengurangan risiko bencana dan penguatan ketangguhan masyarakat di Aceh Tamiang.
[Al Mujahid]
Editor : Ellwia





