BREAKINGNEWS-II-MTN

TILAMUTA — BOALEMO, GORONTALO — Kelangkaan BBM Bio Solar di SPBU Tilamuta, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, kian meresahkan. Warga terpaksa mulai mengantre sejak pukul 21.00 malam demi mendapatkan jatah bahan bakar.

Lebih memprihatinkan, muncul dugaan adanya oknum yang mengatur pengisian di luar antrean dengan sistem pembayaran atau yang dikenal warga sebagai sistem “depo”.

Berdasarkan pantauan dan informasi warga di lokasi, Jumat (11/09/2026), antrean kendaraan dan jerigen sudah mengular sejak pukul 21.00 malam sebelumnya. Warga rela menunggu berjam-jam bahkan semalaman demi mendapatkan solar. Namun, di tengah antrean yang tertib tersebut, diduga ada kendaraan yang langsung dilayani tanpa mengikuti urutan antrean, dengan alasan sudah membayar sejumlah uang kepada pihak tertentu.

“Mulai jam 9 malam sudah mulai antri di sini. Tapi ada yang langsung masuk tanpa antre, katanya sudah bayar — istilahnya ‘depo’. Yang penting ada uang, tidak perlu ikut antrean. Kami yang antri dari malam malah belum tentu kebagian,” ungkap salah satu warga yang mengantre sejak semalam.

Praktik ini dinilai sangat merugikan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk kebutuhan pokok. Selain itu, banyak warga datang membawa jerigen dalam jumlah besar, sehingga stok solar cepat habis sebelum giliran warga yang hanya butuh untuk kebutuhan pribadi tiba.

Warga mendesak Pertamina, pihak pengelola SPBU, dan aparat penegak hukum untuk segera menyelidiki dugaan praktik pungutan liar dan pengaturan antrean tersebut. Masyarakat menuntut pengisian BBM dilakukan secara terbuka, tertib, dan berkeadilan, tanpa ada perlakuan istimewa bagi siapa pun.

Pihak berwenang diharapkan segera menata distribusi, membatasi jumlah pengisian per orang, serta menindak tegas pihak-pihak yang diduga memanfaatkan kelangkaan BBM untuk keuntungan pribadi.

Lokasi: SPBU Tilamuta, Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Lamu, Kecamatan Tilamuta, Kab. Boalemo, Gorontalo Dokumentasi langsung di lokasi, 11 September 2026. Info warga: Antrean sejak pukul 21.00 WITA; diduga ada sistem “depo” / bayar langsung dapat dilayani

Penulis : Jihan

Editor : Aurelia