BREAKING-NEWS-II-MTN
BOGOR – Kepercayaan yang diberikan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kepada Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) untuk ambil bagian dalam ajang bergengsi Indonesia International Search and Rescue Exhibition, Forum, and Challenge (IISAR) 2026 disambut dengan penuh rasa syukur. Sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah tersebut, UAR menggelar latihan intensif selama lima hari di kompleks Pondok Pesantren Al-Fatah, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Latihan yang berlangsung pada 4–8 Juli 2026 itu diikuti 10 personel terbaik UAR yang berasal dari wilayah Jabodetabek-Banten, Jawa Barat, dan Lampung. Mereka dipersiapkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan International Forum serta SAR Challenge pada IISAR 2026 yang akan digelar pada 9–12 Juli 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang.
Ketua Umum UAR, H. Endang Sudrajat, mengatakan latihan tersebut bukan sekadar persiapan teknis, tetapi juga menjadi wujud rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan Basarnas kepada UAR untuk tampil dalam forum SAR berskala internasional.
“Latihan HART dan VAR ini merupakan wujud kesyukuran UAR yang telah diundang Basarnas untuk mengikuti event internasional IISAR pada 9 hingga 12 Juli 2026. Kepercayaan ini harus kami jawab dengan kesiapan dan kemampuan terbaik,” ujar Endang Sudrajat saat membuka latihan, Sabtu (04/07/2026).
Selama lima hari, para peserta digembleng melalui berbagai materi dan simulasi yang menguji kemampuan teknis penyelamatan, kecepatan kerja tim, ketahanan fisik, hingga penguasaan peralatan SAR. Latihan tersebut sekaligus menjadi upaya meningkatkan kapasitas personel agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan standar internasional.
Endang menegaskan, target utama UAR bukan semata-mata mengejar prestasi dalam kompetisi (challenge), tetapi memperoleh pengalaman dan ilmu baru yang dapat diterapkan dalam tugas-tugas kemanusiaan di Indonesia.
“Bersyukur jika tim dapat menyelesaikan seluruh kompetisi dengan baik. Namun yang lebih penting, kita bisa membawa pulang ilmu, pengalaman, dan wawasan baru dari ajang internasional ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar memanfaatkan latihan secara maksimal dengan memahami fungsi setiap peralatan, meningkatkan kecepatan persiapan, serta menjaga kondisi fisik.
“Berlatihlah dengan sungguh-sungguh sebagai wujud kesyukuran. Pahami fungsi setiap alat dan kuasai penggunaannya. Kecepatan dalam persiapan dan ketahanan fisik juga harus diperhatikan karena menjadi bagian dari penilaian dalam SAR Challenge,” pesannya.
Latihan dipimpin oleh M. Tri Habibie dari Divisi Penanggulangan Bencana (PB) UAR Pusat, didampingi Tim Leader, Gulam, yang telah berpengalaman dalam berbagai pelatihan dan operasi SAR. Tim instruktur juga diperkuat Hayatdin yang telah banyak pengalaman dalam pendakian gunung.
Turut menjadi instruktur Mohammad Fatur Rohman, anggota UAR yang dikenal pernah memanjat tiang Kapal Sumud Flotilla setinggi sekitar 10 meter untuk memperbaiki layar kapal saat berlayar di Laut Mediterania dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.
Ajang SAR Internasional Terbesar
Indonesia International Search and Rescue (IISAR) 2026 merupakan ajang pameran, forum, dan kompetisi SAR berskala internasional yang diselenggarakan oleh Basarnas.
Kegiatan ini menjadi wadah bertemunya lembaga SAR, praktisi, akademisi, industri, dan pelaku kemanusiaan dari berbagai negara untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pencarian dan pertolongan.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M. Syafii, menjelaskan bahwa IISAR 2026 dirancang sebagai platform kolaborasi global dalam pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan jejaring kemanusiaan antarnegara.
“Kami berharap melalui IISAR 2026 tercipta kolaborasi global yang lebih kuat serta adopsi teknologi terbaru untuk mendukung keselamatan manusia,” ujar M. Syafii.
IISAR 2026 akan menghadirkan tiga kegiatan utama, yaitu Exhibition yang menampilkan teknologi dan peralatan SAR terkini dari berbagai perusahaan nasional maupun internasional.
Kemudian International Forum yang mempertemukan para pakar dan perwakilan lembaga SAR dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman dan strategi penanggulangan bencana, serta SAR Challenge, kompetisi yang menguji kemampuan teknis, taktis, dan fisik tim penyelamat melalui berbagai simulasi operasi pencarian dan pertolongan.
Menurut Endang Sudrajat, keikutsertaan UAR dalam IISAR 2026 merupakan momentum penting untuk meningkatkan kapasitas organisasi sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan komunitas SAR dunia. “Seperti dengan Tim SAR PUI Perancis yang beberapa waktu lalu kita bekerja sama pelatihan USAR tingkat INSARAG,” ujarnya.
[AM]





