BREAKINGNEWS-II-MTN
MUARO JAMBI – Puluhan warga Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, menggelar aksi protes keras dengan mendatangi langsung lokasi penumpukan (stockpile) pasir di RT 03 desa setempat. Kamis, (17/09/2026).
Aksi mendadak ini dipicu oleh keresahan mendalam masyarakat atas dugaan pelanggaran hukum dan dampak buruk lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas operasional usaha tersebut.
Berdasarkan pantauan dan keterangan warga di lapangan, keberadaan stockpile pasir tersebut dinilai tidak memperhatikan ambang batas daya dukung lingkungan serta keselamatan warga pemukiman sekitar.
Sejumlah dampak serius yang dikeluhkan warga antara lain, Pencemaran Udara dan Polusi Suara, Setiap hari warga terpaksa menghirup debu tebal sisa pengangkutan pasir serta terganggu oleh kebisingan jam operasional alat berat.
Kerusakan Kenyamanan Pemukiman, Aktivitas lalu lalang armada dan alat berat menimbulkan getaran yang dirasakan langsung hingga ke struktur bangunan rumah warga.
Kemacetan dan Risiko Kecelakaan, Keluar masuknya truk pengangkut pasir bertonase besar sering memicu kemacetan di jalan desa serta mengancam keselamatan pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah.
Abaikan Hubungan Kemasyarakatan, Pihak pengelola atau pemilik stockpile dinilai arogan dan abai, serta tidak pernah membangun komunikasi maupun sosialisasi yang baik dengan warga terdampak.
Atas rentetan permasalahan yang kian meresahkan tanpa adanya iktikad baik dari pengelola, masyarakat secara tegas mendesak Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Dinas Lingkungan Hidup, serta aparat penegak hukum (APH) untuk segera menindak tegas dan menutup secara permanen aktivitas stockpile pasir tersebut.
”Kami tidak ingin lingkungan kami terus dirusak dan kesehatan warga dikorbankan. Kami minta pemerintah dan aparat penegak hukum segera turun tangan menutup operasional usaha ini secara permanen,” tegas salah seorang perwakilan warga di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Penyengat Olak masih terus mengawal dan memantau perkembangan di lapangan sembari menunggu respons resmi serta tindakan cepat dari pihak berwenang dan Pemkab Muaro Jambi.
Editor : Naurah





