TribrataNusantara.co.id//PADANG LAWAS – Kondisi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang melintasi Dolok Desa Ulu Aer, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, kian memprihatinkan. Meski menjadi jalur utama penghubung antarwilayah, hingga kini belum ada perbaikan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Pantauan di lapangan menunjukkan, jalan tersebut rusak parah dengan lubang besar menyerupai kubangan, bahu jalan yang amblas, dan saluran drainase yang tidak berfungsi. Kerusakan semakin parah setelah musim hujan berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
“Jalan ini sudah tidak layak dilintasi kendaraan berat ataupun kendaraan pribadi. Sebagian besar badan jalan rusak parah dan nyaris putus,” ungkap Bustan Harahap (57), warga Desa Sigala-gala, Kecamatan Sosopan, kepada wartawan, Selasa, (10/6/2025).
Bustan menuturkan bahwa kerusakan jalan sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada perbaikan berarti. Kalaupun ada, hanya berupa tambal sulam menggunakan tanah yang tidak bertahan lama.
Ia menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai tidak serius menangani infrastruktur jalan, padahal masyarakat terus diminta untuk taat membayar pajak.
“Heran kita, masyarakat dituntut bayar pajak, tapi jalan dan jembatan rusak dibiarkan begitu saja. Aneh memang,” ujarnya dengan nada kecewa.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sempat mengunjungi Kabupaten Padang Lawas dan menyampaikan komitmennya untuk membenahi infrastruktur, termasuk Jalinsum. Namun, hingga kini, warga belum melihat realisasi dari janji tersebut.
“Kami, masyarakat Kecamatan Sosopan, berharap kepada Bapak Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Bapak Surya agar segera menginstruksikan UPT atau dinas terkait untuk memperbaiki jalan ini. Ini wewenang provinsi, dan harus segera ditindaklanjuti,” harap Bustan.
Jalan yang menghubungkan Kecamatan Sosopan (Padang Lawas) dan Kecamatan Batang Onang (Padang Lawas Utara) ini merupakan akses vital bagi warga yang hendak ke ladang maupun ke kota untuk menjual hasil kebun.
Warga mengingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan, bukan tidak mungkin akan terjadi kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa.
Reporter: Wahyu P. Siregar
Editor : Naurah





