TribrataNusantara.co.id//Jayapura – Pengalihan Issue seputar pemberitaan lewat postingan di salah satu media Online WahtsApp pada hari sabtu, 10 Mei 2024 yang di lontarkan oleh salah satu Relawan yang mengatasnamakan DPC Garuda Nusantara Kabupaten Keerom.
Pendukung Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Papua Mari-Yo Urut Nomor.2; itu tidak memiliki basis dan pengurus di delapan kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua.
Terkait penyampaian Issue yang ditulis dalam sebuah spanduk salah satu Tim Relawan DPC Garuda Nusantara Kabupaten Keerom, “Dulu BTM, Sekarang MDF Karena Jokowi di Hina Oleh kader-kader PDIP” dinilai Issue ini sudah tidak Relevansi di mata warga masyarakat.
Adat Tabi-Saireri ataupun Warga Nusantara, sebab sekarang ini warga masyarakat lebih menghargai harkat dan martabat serta penghormatan kepada Putra terbaik yang maju mewakili wilayah adat Tabi-Saireri dalam kancah politik demi mempertaruhkan harga diri masyarakat.
Adat yang telah lama dinantikan selama bertahun-tahun, dan itu tentunya merupakan salah satu bentuk penghormatan warga masyarakat adat Tabi-Saireri dan warga masyarakat Nusantara dalam mendukung Paslon Nomor Urut : 1 BTM-CK sebagai Gubernur dan wakil Gubernur Papua yang sudah pasti terpilih, untuk periode 2025-2030.
Terkait issue yang digulirkan ini, Andi Aksari Mallawa, S.Kom, selaku Ketua Kota Tim Kerja Garuda Nusantara “Satu”, Pendukung Kandidat DR.Drs. Benhur Tomi Mano,MM dan Drh. Constan Karma (BTM-CK) mengatakan, Apapun skenario dan drama yang dimainkan saat ini, menurutnya bahwa, Kedaulatan sepenuhnya ada di tangan Rakyat.
Sebab basis – basis pemenangan adalah milik rakyat seluruh tanah Tabi – Saireri Provinsi Papua yang dimiliki Tim Kerja Garuda Nusantara saat ini dan bukan milik kelompok tertentu atau salah satu Parpol, Ungkapnya.
Lebih lanjut Andi A Mallawa, S.Kom menjelaskan bahwa analisis isi pesan politik saat ini, tidak lebih dari isi pesan yang bermuatan Manuver politik belaka, sebab seluruh warga masyarakat diatas wilayah adat Tabi-Saireri ini sangat menghormati dan menjunjung tinggi amanah leluhur.
Oleh karena itu, menurut “Andi”, tiada seorangpun atau kelompok mana yang dapat mengklaim sebuah kemenangan apabila tidak memahami karakteristik hati nurani masyarakat pemilih.
Sebab indikator pemenangan tersebut bukan diukur dari nilai materi tetapi dilihat dari rekam jejak kandidat dalam pengalaman birokrasi yang telah teruji dan terukur dengan berbagai program-program kerjanya yang telah ia lalukan.
Periode-periode sebelumnya saat menjabat Walikota dan Pj Gubernur Papua, dimana jiwa kepemimpinan mereka dapat merangkul dan menyatukan semua perbedaan- perbedaan diatas tanah Tabi-Saireri selama menjabat tanpa pandang bulu dan tentunya memiliki jiwa Nasionalisme, kata Andi.
Andi, dalam pandangan politiknya katakan, bahwa sejatinya kemenangan seseorang itu dapat dilihat dari empat aspek pendekatan yaitu : Melihat, Mendengar, Merasakan dan Melaksanakan apa yang menjadi kebutuhan serta keluhan dari warga masyarakat di akar rumput saat seseorang terpilih menjadi pemimpin besar maka jiwa itu tetap selalu berdengung dan melekat hanya pada “The Next Leader Papua” dan itu hanya ada pada jiwa dari Paslon nomor urut.1 BTM-CK, Ujarnya.
Sebab menurutnya bahwa keempat prinsip ini, adalah sebuah penilaian dan sentuhan nurani dari sang pemimpin yang dimiliki BTM-CK kepada rakyatnya, dan hal ini tentunya sudah pasti melahirkan sebuah Korelasi dalam bisikan hati nurani masyarakat selama ini.
Sebab kemenangan itu tidak ditentukan oleh sekelompok orang atau partai manapun juga namun kemenangan itu di alam demokrasi ini berada ditangan dan penilaian rakyat; Ungkapnya.
Di tempat terpisah saat Tim Media menghubungi Ketua Garuda Nusantara Provinsi Papua “Heinner Marandof” di kediamannya jalan kolam kangkung Yoka Distrik Heram.
Terkait Hak Cipta Nama Besar Garuda Nusantara Provinsi Papua yang telah di Claim salah satu Relawan DPC Kabupaten Keerom, dalam mendukung Paslon lain, “Heinner” Mengatakan bahwa mencatut hak cipta orang lain.
Terkait Logo dan nama besar Garuda Nusantara adalah sebuah bentuk pelanggaran terhadap Hak cipta seseorang, Karena Nama Garuda Nusantara hanya ada satu di provinsi papua dan telah memiliki sayap kepengurusan di delapan kabupaten dan satu kota, pungkasnya.
Oleh sebab itu “Heinner Marandof” menghimbau bagi siapapun warga masyarakat di akar rumput, bahwa tidak ada nama lain diatas tanah ini selain tim kerja Garuda Nusantara Provinsi Papua agar tidak mendukung paslon lain yang tidak sejalan dengan Visi dan Misi pemimpin kami BTM-CK yang merupakan representase harapan Rakyat Tabi-Saireri dan Warga Nusantara diatas Negeri yang diberkati ini;
Karena itu kata “Hainner dengan dukungan dari Gerbong Besar Garuda Nuantara Provinsi Papua terkait komitment yang telah setia selama ini mendukung Paslon nomor urut 1 ( BTM – CK ).
Agar tentunya dapat bersaing yang sehat dan wajar serta positif karena Gerbong Garuda Nusantara kami, sejak Awal hingga Akhir hanya mendukung pada BTM-CK sebagai Figur Pemimpin Nomor satu di Provinsi Papua, dan itu sudah barang tentunya tidak akan pernah terbantahkan lagi, Kata Heinner.
Pewarta: Vicky Ririhena
Editor : Naurah




