BREAKINGNEWS-II-MTM
Kendari, 29 September 2026 — Kemarau panjang yang melanda Sulawesi Tenggara membuat ribuan hektar lahan pertanian terancam gagal panen. Hingga akhir September ini, tercatat setidaknya 4.200 hektar sawah mengalami puso atau kerusakan tanaman akibat kekeringan.
Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan Sulawesi Tenggara, Kabupaten Bombana menjadi wilayah yang paling terdampak luas dengan sekitar 2.090 hektar. Selanjutnya Kabupaten Konawe Selatan mencatat 1.092 hektar, disusul Kolaka Timur dan kabupaten lainnya.
Kekeringan terjadi karena curah hujan yang jauh di bawah rata-rata dalam beberapa bulan terakhir. Sumber air di banyak lahan pertanian menyusut drastis, sehingga tanaman padi tidak bisa tumbuh secara optimal hingga masa panen.
Akibatnya, ribuan petani mengalami kerugian besar. Tidak sedikit yang terpaksa kehilangan seluruh hasil tanamannya. Pemerintah provinsi melalui dinas terkait mulai mengidentifikasi wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan serta penyuluhan penyesuaian pola tanam.
Kepada seluruh masyarakat, terutama para petani, diimbau untuk tetap waspada dan menghemat penggunaan air selama musim kemarau belum berakhir. Pemerintah juga mengupayakan langkah antisipasi agar pasokan pangan daerah tetap terjaga.
Risal Sultra
Peliput, Kabupaten Kendari Konawe Sul-tra
Editor : Ellwia





