TribrataNusantara.co.id//Bekasi — Sekjen LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Tambun Utara, menyuarakan kegeramannya atas pengerjaan proyek drainase yang dinilainya asal-asalan di Kampung Pulo Puter, RT 04 RW 01, Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Rabu, (16/04/2025).

Dalam peninjauannya langsung ke lokasi pada Rabu, (16/04/2024), Indra menyoroti kualitas pekerjaan yang jauh dari standar dan diduga kuat tidak sesuai dengan perencanaan awal.

“Ini pekerjaan drainase asal jadi. Tidak ada perencanaan yang matang, kedalaman dan lebarnya pun tidak sesuai standar teknis. Ini jelas merugikan masyarakat dan berpotensi menimbulkan banjir,” tegas Indra.

Menurutnya, proyek ini terkesan dikerjakan terburu-buru tanpa memperhatikan aspek keselamatan dan manfaat jangka panjang. Ia juga menduga kurangnya pengawasan dari pihak terkait menjadi salah satu penyebab buruknya kualitas pekerjaan.

Indra meminta pemerintah desa dan instansi terkait segera turun tangan untuk mengevaluasi proyek tersebut. Ia juga mengimbau agar masyarakat aktif mengawasi pembangunan di wilayahnya agar tidak terjadi pemborosan anggaran dan kerugian publik.

“Kami dari GMBI siap mengawal persoalan ini. Jangan sampai uang rakyat dibuang percuma untuk proyek yang tidak bermutu,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun pemerintah desa setempat.

(Ahmad Syarifudin, C.BJ.,C.EJ)

Editor : Ayudi