MTN_Mempawah, Kalimantan Barat – Jalan merupakan akses utama yang dilalui semua kendaraan dalam rangka memudahkan transportasi, apabila jalannya bagus dan terawat maka jalan tersebut bisa mempelancar transportasi, Minggu, (18/01/2026).

Namun yang terjadi Pemerintah, daerah (Pemda) Mempawah, terkesan “Menutup Mata” terhadap akses jalan Abu Bakar yang berada di dua Kelurahan yakni, Kelurahan Terusan dan Kelurahan Tanjung Kecamatan Mempawah Hilir.

Karena selama puluhan tahun akses jalan Abu Bakar tidak mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Khususnya Pemerintah daerah Mempawah.

Sehingga menjadi pertanyaan masyarakat kenapa akses ruas jalan di dua Kelurahan tersebut. Pemda Mempawah, tidak mau membangun akses ruas jalan Abu Bakar. Ada, apa…???.

Hal ini yang dilakukan Warga untuk

bergotong royong memperbaiki ruas jalan Abu Bakar yang kondisinya rusak parah dan sangat memprihatinkan. Untuk dilalui kendaraan roda dua (motor).

“Aksi tersebut dilakukan secara swadaya dan sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah daerah Mempawah”.

Permasalahan ini mendapat kritikan dari Majed Tokoh masyarakat Kecamatan Mempawah Hilir, bahwa kami bersama warga lainya bergotong royong, untuk menambal ruas jalan Abu Bakar yang berada di Kelurahan Terusan, dan Kelurahan Tanjung.

Kami dan warga lainya mengalami menderita selama 27 (dua puluh tujuh) tahun karena tidak mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya Pemerintah daerah Mempawah.

Ruas jalan yang rusaknya paling parah dan sangat memperihatinkan di wilayah Rt 030/Rw 001 Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, sementara ruas jalan ini merupakan jalan poros penghubung di dua Kelurahan dan satu desa, sebut Majed.

Majed juga menambahkan, ruas jalan Abu Bakar merupakan jalur yang sangat vital karena menjadi penghubung jalur utama warga menuju pusat kesehatan, pasar dan sekolah.

“Singkatnya, gotong royong perbaikan jalan Abu Bakar Kelurahan Terusan dan Kelurahan Tanjung, adalah upaya kolektif warga. Untuk mengatasi kondisi darurat jalan rusak yang telah berlangsung sangat lama sambil menuntut solusi jangka panjang dari Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat dan Pemda Mempawah,” pungkasnya.

Penulis : Azwandi.

Editor : Ellwia