TribrataNusantara.co.id//Jayapura – Jagung merupakan komoditas  utama dalam ketahanan  pangan  dan  pakan  ternak. Pemerintah  telah bertekad untuk mencapai swasembada jagung di tahun 2025″.

Baru-baru ini di Kampung Aib, Distrik Kamtuk, Kabupaten Jayapura telah ditunjuk menjadi salah satu lokasi terpilih, melakukan Penanaman Jagung Serentak, Program 1 Juta Hektar  dari pemerintah yang bekerja sama dengan, Polri-Kepentan-Gapki-Perhutani-Inhutani-Swasta- Swadaya Petani,   dilaksanakan, Minggu, (02/02/2025).

Semuanya ini terlaksana sesuai instruksi Presiden Prabowo, yang secara serempak di seluruh wilayah indonesia mencanangkan program ketahanan Pangan Nasional 2025 dan khususnya di  Tanah Papua, seperti Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, dan di Merauke.

Untuk Kabupaten Jayapura yang ditunjuk pengembangan program itu adalah kampung Aib di Lembah Grime Nawa, sebagai lokasi dijadikan  Pengembangan program Asta-Cita  dari Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabumi.

“Daerah ini memiliki potensi lahan pertanian yang sangat luar biasa, sehingga lewat koordinasi pihak terkait dalam hal ini Polda Papua yang ditunjuk sebagai ujung tombak pencanangan penanaman serta pengawasan program  jagung serentak satu juta hektar di atas lahan masyarakat di Kabupaten Jayapura.

Semuanya telah berjalan dengan baik, “jelas warga kepada Vicky Ririhena dari Jurnalis media Tribratanusantara.co.id Papua, saat meninjau lokasi penanaman Jagung di Kampung Aib distrik Kamtuk, Jumat, (31/01/2025) lalu.

Mengutip sambutan dari  Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Papua, Kombes Pol. Jeremias Rontini, S.I.K, M.A.P. di Jayapura, saat  pembukaan acara pencanangan berlangsung, Ia mengatakan bahwa, dari seluruh program penanaman jagung, Polda Papua berencana akan menanam, jagung seluas 22,5 hektar sebagai salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendukung program ketahanan pangan di Tanah Papua.

Setelah berkoordinasinya dengan masyarakat distrik Kamtuk, Kampung Aib, yang antusias menerima program ini dengan tangan terbuka dan merelakan lahan mereka untuk dijadikan lokasi pengembangan program ini dengan cuma-cuma tanpa dibayar lahan.

Menurutnya, program itu akan di kembangkan di Kabupaten Jayapura, 100 Hektar, lalu di kabupaten Keerom 30  hektar dan sisanya akan dilanjutkan  ke Merauke  sebanyak  276 hektar.

Program kegiatan penanaman itu  dimulai sejak awal Januari, dan hingga kini, lahan seluas dua hektar telah digunakan, sementara total lahan yang akan digunakan adalah tiga hektar dan  sisa lahan lainnya akan disiapkan dalam waktu dekat, kata Jeremias saat itu.

Di tempat yang sama, Awak Media TribrataNusantara.co.id Papua (Vicky Ririhena) sempat bertemu dengan salah satu warga yang juga sebagai Kelompok tani Jagung bernama Josefat Bemey mengatakan, “Program ini sangat  bermanfaat bagi  kami warga masyarakat khususnya dikampung Aib.

Sebab itu, ia sangat berterima kasih, kepada Bapak Presiden, Bapak Kapolri, Bapak Kapolda dan Kapolres, dan juga  Bapak PJ Bupati dan Dinas Terkait yang telah mendukung kami dengan program binaan dimana sudah memilih Kampung Aib yang berada di lembah Grime Nawa untuk lokasinya dijadikan program penanaman Jagung, “ujar warga.

Warga kampung Aib juga merasa senang karena program penanaman jagung ini  dapat meningkatkan  produksi jagung lokal,  tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan komsumsi masyarakat,  memberdayakan masyarakat lokal khususnya di sektor pertanian dan kami sangat apresit mendukung   program pemerintah ini dalam  mencapai target swasembada Pangan  Nasional tahun 2025.

“Ini adalah program baru yang pernah kami alami seperti sekarang, kami  berharap kedepan semoga hasilnya nanti dapat dinikmati oleh warga masyarakat   secara lebih baik dan berkelanjutan,  dalam meningkatkan taraf hidup  perekonomian keluarga,” ucap Josefat Bemey.

(Vicky Ririhena)