BRRAKING-NEWS-II-MTN

MUARO JAMBI – Proyek Pembangunan Gedung Dapur Badan Gizi Nasional di Kompleks Perkantoran Muaro Jambi kini menuai sorotan tajam publik. Bangunan bernilai miliaran rupiah yang bersumber dari APBN tersebut terkesan terbengkalai dan tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya pasca selesai dibangun.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), proyek ini terdaftar dengan nama Belanja Modal dan Bangunan Pembangunan Gedung Dapur Di Kabupaten Muaro Jambi di bawah naungan Satuan Kerja Badan Gizi Nasional (Kode Anggaran : DT.7072.RBV.001.051.DT.533111).
Nilai Pagu Anggaran: Rp8.534.075.856 (APBN – Rupiah Murni), Tahun Anggaran: 2025, Jenis Pengadaan: Pekerjaan Konstruksi, Metode Pemilihan: E-Purchasing, Volume Pekerjaan: 3 Paket.

Pantauan langsung di lokasi pada Jumat (28/08/2026) menunjukkan kondisi salah satu fisik gedung di area kompleks perkantoran Bukit Cinto Kenang Kabupaten Muaro Jambi, yang sepi dari aktivitas.

Meski konstruksinya rampung pada tahun anggaran 2025 dengan menelan dana mencapai Rp8,5 miliar, hingga pertengahan 2026 fisik bangunan justru nampak memprihatinkan dan belum beroperasi.

Isu tak sedap turut mewarnai mangkraknya sarana pendukung gizi tersebut. Beredar kabar di lapangan bahwa fasilitas berharga berupa mesin operasional yang seharusnya menunjang kegiatan dapur tersebut diduga hilang dan raib entah ke mana.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Satuan Kerja Badan Gizi Nasional maupun pihak terkait di Kabupaten Muaro Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab belum difungsikannya gedung serta kejelasan keberadaan fasilitas mesin di dalamnya. Publik mendesak adanya transparansi dan pengawasan ketat dari aparat penegak hukum atas potensi kerugian negara dari proyek ini.

(Nr)

Editor : Aurelia